Guru yang satu ini hobinya memang musik
apalagi yang berkaitan dengan Bang Haji Roma pasti seruuu bawaannya...
serius dan teliti dalam mencari bakat siswa - siswi SDN Mrawan 05 dalam pembuatan Vidio Klip untuk persiapan
Lepas Pisah Siswa - Siswi Klas 6 SDN Mrawan 05 tahun Ajaran 2012 -2013.
Banyak siswa yang telah berhasil dalam hal tarik suara
karena bimbingan Zen Rugam ini...
tidak tanggung tanggung dalam memberikan yang terbaik buat siswa Rugam langsung mendirikan studio shoting yang bernama Zen Shoting
hanya satu kata yang bisa terucap yaitu teeerrrrrrrlaaaalluuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
hahahahahahahahahahahahahahahahah............................
Setiap anak mempunyai potensi itu Motto yang selalu Zen Rugam pegang untuk mencari bakat siswa dan membinanya,
SDN Mrawan 05 mempunyai guru - guru yang handal di bidangnya masing - masing sehingga tidaklah heran kalau segudang prestasi telah diraih oleh siswa - siswi SDN Mrawan 05.
sekedar catatan jika SDN Mrawan 05 mempunyai kegiatan Zen shoting selalu di depan untuk mendokumentasikan kegiatan tersebut dan anehnya Bapak Zen Rugam ini tidak pernah memungut biaya satu Senpun kalau untuk pendidikan khusunya kegiatan SDN Mrawan 05.
selamat bekerja Bapak Zen Rugam,SAg........
Jumat, 10 Mei 2013
Seragam Budaya SDN Mrawan 05
Dalam program menengah yang telah dicanangkan di SDN Marawan 05 yaitu salah satunya adalah penggunaan seragam Budaya yang akan dipakai setiap hari jum'at sampai sabtu.
maksud dari penggunaan seragam ini adalah :
1. mengajarkan siswa untuk mencintai Budaya bangsa
2. Mengajarkan siswa untuk bisa menerapkan adat sopan santun ala ketimuran
3. mempelopori penggunaan seragan budaya di wilayah jember
4. siswa akan lebih menghargai budaya kita yang penuh dengan nilai moral keluhuran
Seragam budaya ini akan dilaksanakan pada tahun ajaran 2013 - 2014 yang proses persiapannya telah dipelopori oleh Bapak Edy Suprayitno dan segenap Dewan guru SDN Mrawan 05.
ke depan harapan dari SDN Mrawan 05 yaitu dengan budaya yang melekat pada anak didik kita akan menciptakan manusia - manusia yang berbudi pekerti luhur, santun dalam berbahasa serta sopan dalam bertingkah laku
CATATAN : lounching seragam Budaya SDN Mrawan 05 mendapat sambutan baik serta dukungan dari segenap Wali Murid SDN Mrawan 05
maksud dari penggunaan seragam ini adalah :
1. mengajarkan siswa untuk mencintai Budaya bangsa
2. Mengajarkan siswa untuk bisa menerapkan adat sopan santun ala ketimuran
3. mempelopori penggunaan seragan budaya di wilayah jember
4. siswa akan lebih menghargai budaya kita yang penuh dengan nilai moral keluhuran
Seragam budaya ini akan dilaksanakan pada tahun ajaran 2013 - 2014 yang proses persiapannya telah dipelopori oleh Bapak Edy Suprayitno dan segenap Dewan guru SDN Mrawan 05.
ke depan harapan dari SDN Mrawan 05 yaitu dengan budaya yang melekat pada anak didik kita akan menciptakan manusia - manusia yang berbudi pekerti luhur, santun dalam berbahasa serta sopan dalam bertingkah laku
CATATAN : lounching seragam Budaya SDN Mrawan 05 mendapat sambutan baik serta dukungan dari segenap Wali Murid SDN Mrawan 05
PROFIL SERAGAM BUDAYA SDN MRAWAN 05 KEC.MAYANG - KAB. JEMBER
Kamis, 09 Mei 2013
Eko Winoto,SPd

Pendidikan seni di SDN Mrawan 05 merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan minat belajar siswa hal ini sangat erat hubungannya dengan kemajuan dibidang akademis.Salah satu kegiatan seni di SDN Mrawan 05 adalah seni reog Ponorogo,budaya leluhur harus dikenalkan dan ditanamkan sedini mungkin dengan tujuan anak anak bisa mewarisi budaya adiluhur yang sangant adiluhung yang sudah kondang seantero penjuru dunia. Seni reog ini kami kemas dalam pembiasaan pada hari Jumat pagi sebagai pengganti Senam Kesegaran Jasmani yang diikuti semua siswa dari kelas I sampai dengan kelas VI. Untuk menanamkan budaya leluhur ini kami selipkan lagu untuk mengiringi reog Bangkit Budoyo yang menggunakan bahasa jawa,walaupun lingkaungan sekolah masyarakat mayoritas lingkungan Madura,contoh syair: budoyo leluhur ayo dilestaekno,ojo nganti ilang diaku bangsa liyo,reog mini bangkit budoyo ,soko SD Mrawan 5,reog mini bangkit budoyo soko SD Mrawan limo, pimpinane bapak EkoWinoto.
Pesan : Mari kita lestarikan budaya leluhur walaupun dengan
kesederhaan,keterbasan fasilitas yang ada dilembaga.
Yakinkan dan tanamkan bahwa BERSAMA KITA BISA.
Logo Reog Bangkit Budoyo SDN Mrawan 05
siswa - siswi SDN Mrawan 05 Kecamatan Mayang Kabupaten Jember - Jawa Timur.
Adapun Susunan Pengelolaan Reog Bangkit Budoyo adalah sebagai berikut :
1. Eko Winoto, SPd (Pimpinan dan Pelindung )2. Edy Suprayitno,SPd ( pelatih & Team creative )
3. Zaenul Hadi SAg (Supervisor & Editing )
4. Moh.Fauzi,SPd (Desain & Custome )
5. Eris Eka S,SPd (Marketing Program )
6. Pardi Handoko ( Perlengkapan )
7. Lucia,SPd ( Make up & Property )
8. Tri Titik ( Make up & Property )
9. Joko Suyanto ( Promoser )
10. Titin Yuniwati,SPd ( Make up & Property )
Dari hasil Musyawarah akhirnya terbentuklah Logo Reog Bangkit Budoyo SDN Mrawan 05 yang mempunyai arti gagah berani dan menjunjung tinggi nilai luhur budaya bangsa.
Semoga dengan terciptanya Logo Reog Bangkit Budoyo ini kesenian Reog Tidak lagi diakui oleh negara manapun dan budaya bangsa Indonesia tetap lestari........amiiin
sekedar mengingatkan untuk anak bangsa ini, marilah simah sedikit Filsafat Reog Ponorogo
Nama asli dari kesenian ini adalah REYOG. Huruf-huruf reyog mewakili sebuah huruf depan kata-kata dalam tembang macapat Pocung yang berbunyi: (R) rasa kidung (E) engkang sukmo adi luhung (Y) Yang Widhi, Yang Agung, (O) olah kridaning Gusti (G) gelar gulung kersaneng Kang Moho Agung. Menurut bupati pertama ponorogo, kata reog berasal dari kata Riyokkun yang maknanya berarti khusnul khotimah.
Sejarah Asal Muasal
Sejarah keberadaan Reog sebagai seni mulai muncul ketika pada thn 1400-an ketika itu Dadak Merak dimaksudkan untuk menyindir Raja Brawijaya V, yang lebih terpengaruh oleh permaisurinya. Bentuk Reog pun sebenarnya merupakan sebuah sindiran dari Demang Ki Ageng Kutu Suryongalam terhadap Majapahit, Prabu Brawijaya V yang bergelar Bhree Kertabumi yang belum melaksanakan tugas – tugas kerajaan secara tertib, adil dan memadai. Sebab kekuasaan raja dikuasai atau dipengaruhi bahkan dikendalikan oleh pemaisurinya. Digambarkan pada Dadak Merak (Singo Barong), bahwa Kepala Macan/Singo barong simbolisasi laki-laki diatasnya adalah
Burung Merak sebagai simbolisasi wanita, Artinya Lelaki yang dibawah wanita. Konon waktu itu para penari reog sebenarnya adalah sekumpulan pendekar-pendekar (bekas pasukan khusus Majapahit) yang kecewa terhadap junjungannya yang berniat memberontak. Akhirnya diredam oleh para petinggi kerajaan yang sangat berpengaruh dengan dialihkan menjadi suatu bentuk perkumpulan kesenian.
- Dadak merak : melambangkan kekuasaan / kecantikan.
- Barong : melambangkan kekuatan atau lelaki perkasa. Legenda menyebutkan bahwa barong yang dihiasi merak menandakan bahwa Raja Brawijaya V tak berkutik dibawah dewi campa (permaisuri) .
- Warok dengan berpakaian hitam dengan muka merah: Menggambarkan tokoh yang beringas dan penuh dengan ilmu hitam. Namun legenda lain menceritakan sosok warok adalah pasukan yang bersandar pada kebenaran dalam pertarungan antara yang baik dan jahat dalam cerita kesenian reog. Orang sakti dan memiliki kearifan yang tinggi, serta menjadi tokoh sentral atau “orang tua” didaerahnya masing-masing yang disegani.
- Gemblak / penari jatilan : Gemblak / jatilan adalah lelaki kesayangan dari warok. Memelihara gemblak adalah tradisi, seolah menjadi kewajiban setiap warok untuk memelihara gemblak agar bisa mempertahankan kesaktiannya.
Jadi Reog merupakan “sindiran” kepada Raja Bra Kertabumi dan kerajaannya. Pagelaran Reog menjadi cara Ki Ageng Kutu membangun perlawanan masyarakat lokal menggunakan kepopuleran Reog.
Urutan Tarian
Alur cerita pementasan Reog yaitu warok, kemudian jatilan, Bujangganong, Kelana Sewandana, terakhir barongan atau dadak merak.
Alur Cerita
Versi resmi alur cerita Reog Ponorogo kini adalah cerita tentang Raja
Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Ragil Kuning, namun
ditengah perjalanan ia dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri.
Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa, sedangkan dari
pihak Kerajaan Ponorogo Raja Kelono dan Wakilnya Bujanganom, dikawal
oleh warok (pria berpakaian hitam-hitam dalam tariannya), dan warok ini
memiliki ilmu hitam mematikan. Seluruh tariannya merupakan tarian perang
antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo, dan mengadu ilmu hitam
antara keduanya, para penari dalam keadaan ‘kerasukan’ saat mementaskan
tariannya.Aksi Pasukan Warok Bangkit Budoyo SDN Mrawan 05
Aksi pasukan warok ini menggambarkan betapa gagahnya para warok saat bertempur dan adu kesaktian.....kegiatan ini dilakukan di Kec. Sukorambi dalam rangka undangan dan memperkenalkan seni Reog Ponorogo
Dengan senjata sabuk saktinya para warok berlenggak lenggok bagaikan Singo Manggolo
hal seperti inilah yang harus diperhatikan oleh semua pihak terutama pemerintah...anak SD saja berani melestarikan Budaya kenapa yang lain tidak..perhatian pemerintah belum ada untuk Seni Reog Bankit Budoyo SDN Marawan 05...pakaian yang dipakai warok ini semuanya bahan bekas.
Kegiatan karnaval SD tingkat Kecamatan...panas...panas dan terik tetapi tetap semangat ..inilah Reog Bangkit Budoyo SDN Mrawan 05 ....Lestarikan Budaya Bangsa Ini.....Drum Band buat kami leeewaaaaaattttt....Seni Budaya Okelah.
KREATIF DALAM MEMODIFIKASI
Saat ini masyarakat lagi gandrung memelihara burung berkicau
sebenarnya hobi ini sudah ada sejak dahulu kala
karena Indonesia kaya akan satwa burungnya
tentunya hobi ini tidak lepas dari yang namanya sangkar burung
dari masalah diatas maka muncullah ide untuk membuat sangkar burung kas Jember
yang tidak ada di tempat lain.
berangkat dari itu semua maka Bapak Edy Suprayitno mencoba berkreasi dalam memodifikasi sangkar burung kas Kabupaten Jember.
woooouuuu hasilnya sangatlah luar biasa..dengan menggunakan bahan bekas maka terciptalah sangkar burung yang Unit dan Kuat..
ternyata harga sangkar tersebut luar biasa yaitu berkisar Rp 350.000 ke atas bahkan ada yang berbandrol satu Juta....jika berminat bisa menghubungi ( 0331 ) 7783566....
Kreasi dari bahan bekas ini juga diajarkan kepada Murid - murid SDN Mrawan 05 Kec. Mayang
keunggulan sangkar ini yaitu :
1. full ukiran
2. kuat dan awet
3. hanya di produksi oleh " sangkar Tepi Gunung Art " Jember
sebenarnya hobi ini sudah ada sejak dahulu kala
karena Indonesia kaya akan satwa burungnya
tentunya hobi ini tidak lepas dari yang namanya sangkar burung
dari masalah diatas maka muncullah ide untuk membuat sangkar burung kas Jember
yang tidak ada di tempat lain.
berangkat dari itu semua maka Bapak Edy Suprayitno mencoba berkreasi dalam memodifikasi sangkar burung kas Kabupaten Jember.
woooouuuu hasilnya sangatlah luar biasa..dengan menggunakan bahan bekas maka terciptalah sangkar burung yang Unit dan Kuat..
ternyata harga sangkar tersebut luar biasa yaitu berkisar Rp 350.000 ke atas bahkan ada yang berbandrol satu Juta....jika berminat bisa menghubungi ( 0331 ) 7783566....
Kreasi dari bahan bekas ini juga diajarkan kepada Murid - murid SDN Mrawan 05 Kec. Mayang
keunggulan sangkar ini yaitu :
1. full ukiran
2. kuat dan awet
3. hanya di produksi oleh " sangkar Tepi Gunung Art " Jember
Rabu, 08 Mei 2013
SANTAYAN AJA
hal yang paling indah saat bisa bersama walau serba kekurangan
capek..letih..haus.yang jelas lapar bukan penghalang buat regu Melati dalam menerima Tugas dari kak Edie dan Kak Titin
Untung Suropati
pergi ke Banyuwangi
Regu Melati
Harum mewangi
hahahahaha...padahal belum mandi karena masih dalam kegiatan pengembaraan
pantun dari regu melati buat temen2 pramuka semuanya
Kelap-kelip lampu diskotik
Ada musik tambah asik
Gimana mau nilai apik
Makannya cuma keripik
Ada musik tambah asik
Gimana mau nilai apik
Makannya cuma keripik
Jalan jalan ke kota depok
Nemuin uang segepok
Ada apa dibalik tembok
Ada nenek lagi cebok
Nemuin uang segepok
Ada apa dibalik tembok
Ada nenek lagi cebok
hahahahahahahahahahahahahaha.....wkwkwkwkwkwkwkw...hihihihihihihihihihi
maaf teman2 hanya pantun pelipur lara......
Langganan:
Postingan (Atom)











